Asa
Dalam keheningan kutuang sajak pada kertas hampa
Memuntahkan sedikit isi yang bersarang dalam ingatan
Kata demi kata kurangkai dengan saksama
Demi menghasilkan guratan indah di wajahnya
Wajah indah, namun penuh luka
Mencoba tertawa, namun tetap saja
Luka itu masih menganga
Tak akan padam dimakan masa
Aku ingat ucapannya, “aku baik-baik saja”
Oh, kawan...
Kau sedang membual
Mencoba tegar, berdamai dengan keadaan
Tapi sayang, kau bukan aktor besar
Kulihat ke dalam matanya
Mencari kunci di dalamnya
Tapi, tak kutemukan jawaban lainnya
Kau masih sama, keras kepala
Kau coba bangkit walau ditumbangkan
Tetap berjalan, meski dengan cemoohan
Mencoba berlari, walau dipenuhi rasa nyeri
Pedih, sudah pasti
Tapi tak memadamkan api dalam sanubari
Kau tetap berjuang untuknya
Untuk asa yang mendominasi jiwa
Aku percaya, kau akan menggapainya di suatu masa
Teruntuk kawan-kawanku yang sedang bermimpi, mari kita wujudkan dengan sepenuh hati.
Selamat hari puisi.
BalasHapusSelamat bermimpi, kawan.
Semangat 👍🏻
BalasHapus